Fiskal Aceh · Dana Otonomi Khusus

Rp117 Triliun

20 Tahun Dana Otonomi Khusus Aceh

2008–2027 · 2% DAU Nasional (15 tahun) → 1% DAU (5 tahun) → Berakhir

01 · Tren Alokasi

Rp117 Triliun dalam 20 Tahun

Sumber: Database APBA Aceh v1.0 · DJPK, BKF, Kemenko Polkam, Qanun APBA · 2008–2027

Aceh menerima Dana Otonomi Khusus berdasarkan UU 11/2006 (UUPA). Selama 15 tahun pertama (2008–2022), alokasi setara 2% dari Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional. Sejak 2023 skema turun ke 1%.

Total dua dekade: Rp117 triliun. Puncak alokasi pada 2019 (Rp8,4 T). Setelah skema berubah, alokasi tahunan turun hampir separuh — dan pada 2027, Dana Otsus berakhir.

02 · Ketergantungan Fiskal

Lebih dari Separuh APBA Bergantung pada Satu Sumber

55.1%
Dana Otsus
Komposisi Pendapatan APBA 2022 · total Rp 13.7 T
Dana OtsusRp 7.6 T55.1%
PADRp 2.9 T21.3%
Transfer lain (DAU+DAK+DBH)Rp 2.5 T18.1%
LainnyaRp 0.7 T5.5%

Sumber: APBA 2022 (BPS & DJPK) · rasio puncak 59,86% pada 2016 (DPR BAKN)

Pada 2022, Dana Otsus menyumbang 55% dari seluruh pendapatan APBA. Pada puncaknya (2016), rasionya mencapai 59,86% (DPR BAKN). Artinya lebih dari separuh belanja Aceh ditopang oleh satu sumber yang akan berakhir.

Apa yang terjadi setelah 2027?

PAD Aceh hanya ~Rp2,5–3,2 triliun per tahun. Efeknya sudah terlihat: saat Otsus dipangkas ke 1% pada 2023, total pendapatan APBA turun dari Rp13,7 T ke Rp10,2 T hanya dalam satu tahun. Tanpa Otsus, penyusutan bisa lebih dalam.

03 · Alokasi Belanja

Ke Mana Uangnya Mengalir?

Sumber: LKPD / APBA Aceh (realisasi) · BPS · 2010–2025

Sebagian besar belanja Aceh terserap untuk operasional — pegawai dan barang/jasa. Belanja modal (infrastruktur) tidak pernah dominan, dan justru menyusut tajam: dari 43% pada 2010 menjadi 9% pada 2025.

Pertanyaan klasik: apakah Rp117 triliun membangun fondasi yang cukup bagi Aceh untuk bertahan tanpa Otsus?

04 · Koneksi ke Ketimpangan

Meski Rp117 triliun mengalir selama 20 tahun, ketimpangan antarwilayah Aceh masih tajam.

Inilah alasan AIM ada — untuk mengukur apakah sumber daya fiskal ini benar-benar menjangkau setiap sudut Aceh.